Penilaian Sikap Dalam Sistem Belajar dari Rumah


https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-children-back-school_8925986.htm

Memasuki semester 2 di tahun pelajaran 2020 - 2021, ternyata bukanlah hal yang mudah. Karena justru di saat daerah lain di Indonesia mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka, malah di daerah kami khususnya di sekolah saya, harus kembali melaksanakan pembelajaran dengan sistem Belajar dari Rumah (BdR). 

Hal ini disampaikan oleh Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kab. Sumba Tengah melalui WAG Pendidikan Dasar Sumba Tengah pada tanggal 4 Januari 2020. Di mana, sekolah yang siswa, guru, atau orang tuanya terdampak positif covid 19 tidak diperbolehkan melaksanakan tatap muka. 

Kondisi seperti ini tentunya menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dicari solusinya. Karena dalam sistem BdR, guru tidak dapat melakukan kontrol terhadap efektivitas belajar siswa, seperti yang biasanya dilakukan saat di kelas. 

Kontrol yang dimaksud di sini adalah kendali yang dilakukan oleh guru untuk mengukur / melakukan penilaian terhadap aspek - aspek penilaian dalam kurikulum yang meliputi : aspek sikap (KI 1 dan KI 2), aspek pengetahuan (KI 3), dan aspek keterampilan (KI 4). 

Terkait dengan aspek pengetahuan dan keterampilan sebenarnya sudah cukup terfasilitasi dengan adanya LKS yang memuat bahan belajar siswa, namun bagaimana dengan aspek sikap ? Seperti apa pembelajaran dan penilaian sikap yang dapat dilakukan khususnya dalam sistem Belajar dari Rumah ? 

Dalam panduan penilaian Sekolah Dasar Edisi Revisi 2018, dinyatakan bahwa penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Di mana observasi dapat dilakukan selama proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran oleh guru kelas, guru mata pelajaran, dan warga sekolah lainnya. Hasil observasi ini akan dicatat secara langsung dalam buku jurnal yang selanjutnya direkap dan menjadi rujukan utama untuk menulis deskripsi nilai sikap siswa di raport, selain dari hasil penilaian diri dan penilaian antar teman. 

Berdasarkan uraian di atas, saya mencoba membuat satu bentuk inovasi terkait pembelajaran dan penilaian sikap terutama yang dapat diterapkan dalam sistem BdR. Inovasi ini saya sebut dengan Kartu Kapten Pancasila. 

Kartu Kapten Pancasila merupakan sebuah instrumen penilaian sikap dalam sistem Belajar dari Rumah yang bertujuan untuk mengukur ketercapaian kompetensi spiritual dan sosial siswa

Dalam pengembangan Kartu Kapten Pancasila, ada beberapa langkah yang saya lakukan. Dimulai dengan menyusun program penilaian sikap, kemudian menentukan indikator penilaian dan membuat Kartu Kapten Pancasila, setelah itu melakukan sosialisasi pada orang tua terkait petunjuk pengerjaannya dan melakukan pemeriksaan / pengolahan nilai serta rekapitulasi.  

Indikator penilaian dipilih dan dituliskan guru sesuai dengan aspek penilaian yang akan dilakukan. Berikut ini adalah contoh indikator untuk aspek penilaian sikap spiritual (KI 1) Ketaatan Beribadah : 

  • Mengikuti ibadah di rumah pada hari Minggu (untuk siswa yang beragama Kristen / Katolik)
  • Melaksanakan sholat lima waktu (untuk siswa yang beragama Islam)
  • Membaca kitab suci (Alkitab / Al-Quran)
  • Mengajak dan mengingatkan keluarga untuk doa / beribadah bersama
     
     Sedangkan contoh indikator untuk aspek penilaian sikap sosial (KI 2) Disiplin, yaitu : 

  •           Mengerjakan LKS tepat waktu

  •       Bangun tidur paling lambat Pkl 06.00 pagi
  •       Tidur malam paling lambat Pkl 09.00 malam
  •           Mandi pagi
  •       Cuci tangan pakai sabun
  •       Mengenakan masker jika ke luar rumah       
      Indikator - indikator di atas, baik untuk penilaian sikap spiritual maupun sikap sosial dapat dimodifikasi oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan program penilaian sikap yang telah disusun sebelumnya. 

      Untuk pengolahan nilai sikap dengan menggunakan Kartu Kapten Pancasila sangatlah mudah. Tinggal mengkonversi nilai dengan pedoman berikut : 
      Skala 5 - 6 hari  = sangat baik 
      Skala 3 - 4 hari  = baik 
      Skala 1 - 2 hari  = cukup baik 
      Skala 0 / Tidak Pernah = Perlu bimbingan 
      Catatan : Untuk indikator yang hanya bisa dilakukan 1 kali, contohnya beribadah di rumah setiap hari Minggu, maka pedoman yang dipakai hanya Skala 1 (sangat baik) dan Skala 0 / tidak pernah (perlu bimbingan). 
      
    Tahap berikutnya adalah penulisan di buku jurnal sikap. Setelah melakukan konversi nilai sikap, kita dapat menulis butir perilaku siswa di buku jurnal. Sebagai contoh, siswa atas nama Nanda, diperoleh data pada Kartu Kapten Pancasila untuk aspek Ketaatan Beribadah sebagai berikut : mengikuti ibadah di rumah pada hari Minggu (Skala 1), membaca kitab suci (Skala 0 / Tidak Pernah). Maka di buku jurnal spiritual dicatat : Jumat, 8 Januari 2021 Mengikuti ibadah di rumah, nilai utama karakter : religius, nilai karakter operasional : ketaatan beribadah, tindak lanjut : diberi pujian. Dan di hari yang sama, ditulis : membaca kitab suci, nilai utama karakter : religius, nilai karakter operasional : ketaatan beribadah, tindak lanjut : diberikan pembinaan dan motivasi. 
      
     Berikutnya, data siswa atas nama Nanda diperoleh pada Kartu Kapten Pancasila untuk aspek Disiplin  sebagai berikut : mengerjakan LKS tepat waktu (skala 1) sedangkan indikator lain (skala 3 - 4). Maka ditulis di buku jurnal sikap sosial sbb : Jumat, 8 Januari 2021, Mengerjakan LKS tepat waktu, nilai utama karakter : kemandirian, nilai karakter operasional : disiplin, tindak lanjut : diberi pujian. 
      
    Jika diperoleh data siswa yang skala penilaiannya berada di konversi "baik" (skala 3 - 4), maka tidak perlu dicatat di buku jurnal. Dengan demikian, guru mengetahui bahwa sikap siswa tersebut "baik". 

Butir perilaku yang dicatat di buku jurnal adalah untuk setiap perilaku yang menonjol, baik positif maupun negatif (Skala 1* / 5 - 6 dan Skala 0)

      Setelah menulis di buku jurnal, berikutnya guru melakukan rekapitulasi nilai sikap agar menjadi rujukan dalam menulis deskripsi nilai sikap di rapor. 

   Dengan adanya Kartu Kapten Pancasila ini, guru dapat memperoleh suatu bukti fisik yang dapat digunakan dalam penilaian authentic terkait penilaian sikap dalam sistem BdR, yaitu dengan memainkan peran orang tua sebagai observer / pengamat.  

    

      Link download LKS BdR Kelas 4 SD DI SINI

      Link download Contoh Program Penilaian Sikap DI SINI

      Link download Contoh Kartu Kapten Pancasila DI SINI


   

Belum ada Komentar untuk "Penilaian Sikap Dalam Sistem Belajar dari Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel